Daya Tarik
Keunikan Desa
Selain bentuk rumah
atau bangunannya yang masih tradisional dan bentuk serta luas rumah yang hampir
sama , kalian juga dapat melihat aktivitas warga desa sehari-hari serta dapat melihat
beberapa bangunan rumah yang sudah tua, khas dan unik. Prasasti yang berada di
Desa Adat Julah juga kerap kali menjadi incaran bagi wisatawan yang tertarik
dengan sejarah Bali. Seperti Batu Gambir Upit. Dalam temuan ini
terdapat beberapa buah artefak dan ekofak. Temuan lainnya yaitu fragmen gerabah yang merupakan temuan yang paling banyak
dihasilkan dengan tipe-tipe semisal tipe piring, paus, kendi, dan tutup.
Batu Gambir Upit
Beberapa warisan kebudayaan tetap terjaga
sampai saat ini seperti Pura Bale Agung Desa Adat Julah yang berumur ribuan tahun, rumah orang Julah yang masih
menerapkan konsep bangunan orang Bali asli (Bali Aga).
Keberadaan Pura Desa Adat Julah tidak pernah berubah sejak dulu pertama
kali dibangun oleh leluhur desa itu, bangunannya berdiri kokoh hingga sekarang karena dibangun dengan
batu-batuan khusus. Beberapa Pura di desa ini tidak bisa dikunjungi begitu
saja oleh wisatawan maka dari itu pura serta beberapa tempat masih disakralkan
oleh masyarakat lokal disana yang menjadikan desa ini terjaga kelestarian
spiritualnya.
Desa Adat Julah
tentunya memiliki beberapa kerajinan contohnya kerajinan pahatan kayu (wood
carving), kerajinan anyaman rotan yang menjadi ekonomi kreatif dari desa ini,
hasil dari kerajinan ini disebut dengan “Ingka” bentuknya seperti piring. Kerajinan
kain tenun yang konsep dan corak kain yang khas desa ini yang masih terpelihara
sampai sekarang. Banyak sekali tempat yang bisa kalian abadikan di desa ini.
Kerajin Ingka
Kerajinan Pahat Kayu
Proses Pembuatan Kain Tenun
Keunikan lainnya terletak pada sarana
persembahyangan yang dipakai oleh masyarakat. Canang adalah salah satu bentuk
sarana persembahyangan yang dipakai sehari-hari. Di Desa Adat julah sendiri
memiliki ciri khas canang yang tidak seperti canang pada umumnya yang memakai
bunga melainkan memakai daun intaran, buah
pinang dan pamor. Canang ini biasa disebut “Canang Buah Telu”. Kepercayaan
masyarakat Desa Julah terhadap daun intaran yang dipercayai berfungsi sebagai
lambang perlindungan dari ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Selain
dipercayai sebagai daun perlindungan, daun intaran juga digunakan sebagai
sarana upacara.
Canang Buah Telu
Daun Intaran
Kuliner yang bisa
kalian temui jika berkunjung ke desa ini dan bisa kalian jadikan oleh oleh
adalah dodol. Dodol yang terbuat dari ketan, gula, kelapa dan tambahan isian seperti
nangka, ketan hitam, gula merah, gula pasir memiliki tekstur yang lebih lembut
dan lembek. Kemasan yang dipakai terbuat dari kulit jagung yang sudah
dikeringkan.
Dodol Khas Desa Julah








Komentar
Posting Komentar